Tampilkan postingan dengan label scout. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scout. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2016

Toiletries...a.k.a WC

Bicara soal wc bin kamar mandi jadi hal paling penting bagi orang indonesia. Hidup di negara orang, beda budaya, beda kebiasaan. Terutama toiletnya yg ga ada gayung dan air se-bak.

Jadi saat jamboree kita hidup ditoilet super sempit, tanpa air (hanya tissue) dan dempet banget sama plastik sampah untuk buang tissue bekas ngelap kotoran yikss :(

Awalnya toilet di mini fan gw anggap sebagai toilet darurat. Ternyata i was wrong gals.. Klo lu pernah main the sims 2 yg orangnya gisteris masuk toilet umum warna ijo. Sekarang gak gw anggap alay, u know why ternyata isi toilet ijo adalah akumulasi kotoran kotoran yg ditumpuk baik cair, padat maupun gel. No flush! Dan so pastinya smell bad.. Cocok banget buat main challange kuat2an. Gw pun tiba2 teriak histeris... Sambil mata berair :(

So gw punya tips biar pengalaman toiletries kamu gak menyedihkan. 
1. Bawa kanebo plus tempatnya (buat nampung air cebok)
2. Bawa tissue basah
3. Bawa spray coba semprot, klo jd wangi selamat :) tp gak menutup kemungkinan menciptakan aroma yg gak karu2an lhoo ya

Dan gak lupa bawa tongkat di tempat showerr, karna kita yg asia bakal jadi super tiny. Kadang showernya pake tombol bukan keran, jd jangan kayak gw lagi shampoan pas bilas air mati. Dan hrs ngeraba sambil loncat loncat. Hufft.. 

Senin, 13 Juli 2015

H-29 jambore :Gadget duh gadget

Era globalisasi, membuat dunia berasa lebih sempit. Ditambah terpaan teknologi yang kian lama kian apik. Tak sedikit dari kita yang merasa tidak dapat hidup tanpa bantuan teknologi, terutama oleh gadget.

Nomophobia jenis baru dari phobia yg takut bila tidak membawa hp. Sudah dibuktikan lebih banyak orang yang memilih ketinggalan dompet dibandingkan ketinggalan hp. Mungkin karena fitur hp masa kini dapat menggantikan banyak fitur manual yg biasa kita gunakan.

Oleh karena itu bagaimana kita menyiasati kebutuhan kita dalam bergadget ria di campsite jamboree. Yang notabenenya terbatas, dihitung dari banyaknya fasilitas dan jumlah peserta yg hadir. Bukanya tidak mencukupi, tapi sekali lagi terbatas karna kita tak bisa egois menguasai colokan :D.

So gimana caranya mengakali? Gampang saja, sekarang sudah ada yg namanya powerbank sollar charger, cuma butuh tenaga matahari. Tapi bisa dicharger biasa juga ya.. Hanya saja kita tidak terlalu bergantung. Kalau enggak beli adaptor universal dan adaptor yg banyak colokan. Jadi gampangkan, minimal dapat satu slot dan membantu orang lainya.

Lalu kalau bicara soal gadgetnya, ternyata di jepang tidak bisa digunakan provider asli indonesianya (pastilah). Pilihanya adalah membeli simcard jepang, dan biasanya lebih banyak yg menyewakan hp. Kalau ingin irit, biasanya di jambore dunia disediakan wifi. Gunakan disaat orang orang tidur ya agar tidak lemot :P

Oiyaa sebenernya provider kartu dijepang sudah built in di dalam hpnya. Jadi orang jepang membeli provider gratis hp. Bukan berburu merek hp. Btw iphone juga ada tp lock, jdi jujur aja penjualan sim card jepang menurut saya tergolong baru (atau saya yg kurang up to date). Tapi jangan mentang-mentang bisa internetan lupa dengan jamborenya ya!!

Jambore dunia gratis : PROPOSAL

Proposal memang gak menjamin dapat membiayai seluruh perjalanan dan kegiatanmu. Tapi seenggaknya dapat mengurangi dan membantu

Kalau kamu anak mahasiswa justru lebih mudah mendapatkan proposal, minimal sih dari fakultas dan lembaga kemahasiswaan untung-untung kalau rektor pun ikut menyumbang. Tapi kalau kamu bukan mahasiswa gak menutup kemungkinan untuk mendapatkan sponsorship. Dengan minimal persyaratan berikut:

1.Proposal itu untuk kontingen, bukan  perseorangan.
2.Jumlah peserta dari kontingen kamu berpengaruh ( karna banyak yg merasa tanggung kalau hanya 5org )
3.Prestasi dan statusdari kontingen kamu
4.Kamu bisa meyakinkan keuntungan bila institusi/perusahaan mensponsori kamu

Dan ingat kalau sudah disetujui langsung buat surat persetujuan tertulis. Agar yg sponsorin kamu gak kabur.. Dan rajin-rajin follow up, biar gak dianggap main2. Untuk ngajuin proposal bukan kenalan orang dalam yang terpenting, tapi keuletan dan keberanian kamu datengin perusahaan2.

Tapi perlu diketahui untuk mendapat proposal berbentuk uang agak susah dibandingkan berbentuk barang. Tapi tidak menutup kemungkinan.. Karna pada saat jambore dunia ke 22 di swedia, saya berjumpa dengan beberapa kawan yg dibiayai full oleh salah satu perusahaan surat kabar dan dinas kementrian.

Jadi jangan menyerah untuk berangkat jambore dunia gratisan. Tapi tetap harus nabung juga untuk persiapan dana lainya ya... Karna tetap saja kita tidak bisa bergantung terhadap proposal :D