Senin, 13 Juli 2015

H-29 jambore :Gadget duh gadget

Era globalisasi, membuat dunia berasa lebih sempit. Ditambah terpaan teknologi yang kian lama kian apik. Tak sedikit dari kita yang merasa tidak dapat hidup tanpa bantuan teknologi, terutama oleh gadget.

Nomophobia jenis baru dari phobia yg takut bila tidak membawa hp. Sudah dibuktikan lebih banyak orang yang memilih ketinggalan dompet dibandingkan ketinggalan hp. Mungkin karena fitur hp masa kini dapat menggantikan banyak fitur manual yg biasa kita gunakan.

Oleh karena itu bagaimana kita menyiasati kebutuhan kita dalam bergadget ria di campsite jamboree. Yang notabenenya terbatas, dihitung dari banyaknya fasilitas dan jumlah peserta yg hadir. Bukanya tidak mencukupi, tapi sekali lagi terbatas karna kita tak bisa egois menguasai colokan :D.

So gimana caranya mengakali? Gampang saja, sekarang sudah ada yg namanya powerbank sollar charger, cuma butuh tenaga matahari. Tapi bisa dicharger biasa juga ya.. Hanya saja kita tidak terlalu bergantung. Kalau enggak beli adaptor universal dan adaptor yg banyak colokan. Jadi gampangkan, minimal dapat satu slot dan membantu orang lainya.

Lalu kalau bicara soal gadgetnya, ternyata di jepang tidak bisa digunakan provider asli indonesianya (pastilah). Pilihanya adalah membeli simcard jepang, dan biasanya lebih banyak yg menyewakan hp. Kalau ingin irit, biasanya di jambore dunia disediakan wifi. Gunakan disaat orang orang tidur ya agar tidak lemot :P

Oiyaa sebenernya provider kartu dijepang sudah built in di dalam hpnya. Jadi orang jepang membeli provider gratis hp. Bukan berburu merek hp. Btw iphone juga ada tp lock, jdi jujur aja penjualan sim card jepang menurut saya tergolong baru (atau saya yg kurang up to date). Tapi jangan mentang-mentang bisa internetan lupa dengan jamborenya ya!!

Jambore dunia gratis : PROPOSAL

Proposal memang gak menjamin dapat membiayai seluruh perjalanan dan kegiatanmu. Tapi seenggaknya dapat mengurangi dan membantu

Kalau kamu anak mahasiswa justru lebih mudah mendapatkan proposal, minimal sih dari fakultas dan lembaga kemahasiswaan untung-untung kalau rektor pun ikut menyumbang. Tapi kalau kamu bukan mahasiswa gak menutup kemungkinan untuk mendapatkan sponsorship. Dengan minimal persyaratan berikut:

1.Proposal itu untuk kontingen, bukan  perseorangan.
2.Jumlah peserta dari kontingen kamu berpengaruh ( karna banyak yg merasa tanggung kalau hanya 5org )
3.Prestasi dan statusdari kontingen kamu
4.Kamu bisa meyakinkan keuntungan bila institusi/perusahaan mensponsori kamu

Dan ingat kalau sudah disetujui langsung buat surat persetujuan tertulis. Agar yg sponsorin kamu gak kabur.. Dan rajin-rajin follow up, biar gak dianggap main2. Untuk ngajuin proposal bukan kenalan orang dalam yang terpenting, tapi keuletan dan keberanian kamu datengin perusahaan2.

Tapi perlu diketahui untuk mendapat proposal berbentuk uang agak susah dibandingkan berbentuk barang. Tapi tidak menutup kemungkinan.. Karna pada saat jambore dunia ke 22 di swedia, saya berjumpa dengan beberapa kawan yg dibiayai full oleh salah satu perusahaan surat kabar dan dinas kementrian.

Jadi jangan menyerah untuk berangkat jambore dunia gratisan. Tapi tetap harus nabung juga untuk persiapan dana lainya ya... Karna tetap saja kita tidak bisa bergantung terhadap proposal :D

H- 30 jambore, Penukaran uang yen :D

Bicara soal money changer, lo wajib pantengin kurs uang tiap hari.. Karena pas kebetulan beda sehari, untuk nuker 10000 yen yang awalnya 1jt90an.. saya jadi bayar 1jt 170 lumayan bgt kan? Maklumin aja saya berjiwa ekonomis sih :)

Btw setelah gw liat di money changer manapun pecahanya hanya ada yg 10.000 ya :) dan 10.000 yen adalah pecahan terbesar di jepang. Katanya klo nuker paling enak di GMC karna yg paling mendekati kurs pemerintahan. Dan jauh jauh nuker dari bank kalau mau ngirit.

Disamping itu hasil googling bin surfing di blog para dedengkot traveller. Baiknya nuker uang sebelum berangkat ke jepang, karena disana akan kena tax berapa persen untuk dollar. Dan so pasti harga rupiah anjlok di jepang. Karna siapa yg butuh rupiah coba di jepang? Tempat penukaranya pun sukar ditemukan dan agak ribet..
FYI Dan gak semua tempat sedia atm, dan sekali lagi ingat tax yang gak bisa dibilang sedikit :(

1 yen memang 100 rupiah, tapi sayangnya gak ada yang jual barang seyen-an hehehehe... Untuk trik mengakali kurs akan nyusul ya postnya :D

Pelepasan kontingen jawa barat menghadiri jambore dunia ke 23 jepang

Hari ini pada tanggal 13 juli 2015, para kontingen world scout jamboree ke 23 dari jawa barat dilepas oleh gubernur dan ketua kwarda; kak dede yusuf tanpa melepas arti pelepasan itu sendiri.

Satu jam sebelum pelepasan, semua peserta sudah hadir dan bersiap di kwarda jabar yang berada di bandung untuk melakukan gladi resik. Dan tepat pada pukul 9 acara dilaksanakan.

Sangat disayangkan tidak semua peserta dapat mengikuti acara ceremonial ini. Dikarenakan sebagian peserta sudah pergi mudik.

Setelah pelepasan dilanjutkan dengan seminar penulisan melalui media sosial. Acara ini diadakan dengan harapan ketika para peserta berangkat ke jepang, tidak hanya mendapat pengalaman berharga saja. Tapi juga dapat membagikan dengan yg lainya.